Pasar Pendidikan

Kutulis sajak tanpa peduli aku berijazah atau tidak

Lebelku memang mahasiswa’ tapi itu hanya lebel
Pikiranku nakal adalah kewajaran
Gerakanku berontak adalah keharusan

Sekitar empat tahun aku mempunyai jatah hidup
Dalam gedung-gedung berhutang dari asing yang menghisap
Para tertua berdasi dan berjas mendidikku
Bukan untuk mengukuhkan kemanusiaan tapi untuk bayaran semata

Oh… aku berada di jantung pendidikan “kata orang”
Dengan atau tanpa Mandi pagi’
Aku tetap berlebel lebih megah daripada rakyat biasa
Melawan pengajaran yang didikte para tertua berdasi
Aku terancam dikeluarkan tanpa pertimbangan

Seolah kubebas membaca dan memahami ilmu
Tapi dikerangkeng dengan dalih etika dan norma
Seolah bebas belajar namun dipola agar laku dipasar bebas
Tempat distribusi manusia yang telah dirubah jadi hewan
Atas nama kekayaan dan perbudakan tanpa sadar
Pendidikan diasingkan dari hakikatnya
Ya’ begitu mahal semua itu, karena kita berhutang pada penghisap
Menyalurkan manusia muda untuk dipasarkan,
Seolah berpotensi tapi dibodohi
Oh ibu… izinkan aku melawan tegas tanpa takut kau akan marah.
Gemetar sudah kaki ini untuk melangkah
Bingung sudah otak ini untuk berfikir
Tersisa sebuah harap; semoga tempatku hidup empat tahun ini kembali pada hakikatnya.
Bukan pada pasar-pasar penjajahan.

-Fay, Maret 2015-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s